Dishub Kobar Lakukan Kunker ke Direktorat Angkutan Udara Kemenhub RI

SKPD

MMC Kobar - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) didampingi perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kobar bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI), Kamis (7/7).

Kunjungan kerja ke Direktorat Angkutan Udara Kemenhub RI tersebut dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait penyelenggaraan dan aktivitas angkutan penumpang dengan menggunakan sarana angkutan udara di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun.

"Situasi pandemi Covid-19 sudah terkendali, sehingga mobilitas masyarakat baik menggunakan angkutan darat, laut, dan udara meningkat secara signifikan. Yang menjadi perhatian saat ini adalah padatnya penumpang dengan menggunakan sarana transportasi udara," buka Amir Hadi.

Amir Hadi mengungkapkan, situasi padatnya penumpang dengan menggunakan angkutan udara terus meningkat. Namun kendala/permasalahan ada pada maskapai yang melayani di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun yang jumlahnya terbatas.

“Rute yang dilayani juga kurang, terutama penerbangan menuju Jakarta, sehingga diperlukan tambahan maskapai untuk melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Amir.

Untuk itu melalui pertemuan ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kobar meminta solusi dan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Direktorat Angkutan Udara Kemenhub RI.

Sementara itu, perwakilan dari pihak Direktorat Angkutan Udara Kemenhub RI Urip Rahayu menyampaikan bahwa ada 2 maskapai dengan jenis airbus dan boeing yang kemungkinan siap beroperasi dari dan menuju Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun.

“Namun dari sisi infrastruktur bandar udara perlu beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk mendukung kelancaran operasional maskapai tersebut, salah satunya runway atau landasan pacu,” kata Urip.

Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun, Zuber secara teknis menyampaikan bahwa saat ini hanya ada satu maskapai yang melayani rute penerbangan langsung dari dan menuju Jakarta dengan jenis boeing. Kemudian dua maskapai lainnya dengan jenis ATR yang melayani rute penerbangan Semarang dan Surabaya.

"Selain keterbatasan maskapai, yang menjadi kendala lainnya adalah nilai permukaan landasan (apron dan taxiway) pada Bandar Udara Iskandar yang kapasitasnya masih 40-45 ton. Sedangkan maskapai dengan jenis pesawat airbus atau boeing yang rencananya akan beroperasional dibandar udara pangkalan bun kapasitasnya diangka 65 ton," terang Zuber (dishub kobar)



TOP