Pj. Bupati Budi Santosa Menjenguk Pasien Remaja 14 Tahun yang Diduga Malnutrisi

SKPD

MMC Kobar – Penjabat (Pj.) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Dr. Drs. H. Budi Santosa, M.Si mengunjungi seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga mengalami malnutrisi dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kunjungan pada Selasa (12/3) ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasien tersebut telah mendapatkan perawatan yang optimal. Sebelumnya, dilaporkan seorang remaja yang tinggal di sebuah barakan di Gang Seroja, RT 20, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, dalam kondisi kurus diduga karena kurang gizi serius.

Selama kunjungan tersebut, Pj. Bupati Budi Santosa berinteraksi langsung dengan ibu pasien. Dari keterangannya, diketahui bahwa kondisi pasien pada saat lahir dalam keadaan berat badan normal. Namun, kondisinya mulai menurun setelah mengalami panas tinggi dan kejang saat masih kecil, sejak itu kondisi kesehatannya terus menurun.

Ibu pasien juga mengungkapkan bahwa kesibukan dengan pekerjaannya yang serabutan membuatnya sulit untuk memberikan perhatian maksimal kepada anaknya, hingga sering terpaksa mempercayakan untuk menjaga sang putri kepada anak keduanya yang berusia 12 tahun.

Menyikapi kondisi ini, Budi Santosa langsung memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti masalah tersebut dan memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan medis yang maksimal. Tidak hanya melibatkan tim kesehatan, Budi Santosa juga memerintahkan pihak dinas terkait termasuk kelurahan untuk turut membantu penanganan. “Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan mendukung pemulihan kondisinya,” kata Budi Santosa.

Budi Santosa menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen dalam menangani masalah kesehatan masyarakat, khususnya terkait dengan kasus malnutrisi pada anak-anak. “Semoga dengan perhatian dan tindakan yang tepat, pasien dan keluarganya dapat melalui masa sulit ini dengan baik,” imbuhnya. Budi Santosa juga mengingatkan kepada aparat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW untuk selalu siaga, memperkuat deteksi dini, agar kasus seperti ini dapat ditanggulangi dengan cepat sehingga harapannya kasus stunting di Kobar dapat terus menurun. (prokom_rib)



TOP