Sebanyak 697 Pelaku IKM di Kobar Terima Bantuan Bahan Baku Produksi

SKPD

MMC Kobar - Terjadinya inflasi saat ini mengakibatkan naiknya harga bahan baku dan biaya operasional produksi serta menurunnya daya beli di tengah masyarakat. Dampak inflasi juga berimbas pada para pelaku ekonomi kecil atau Industri Kecil Menengah (IKM)

Untuk mengurangi dampak inflasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) telah mengalokasikan anggaran sebesar 2% dari dana transfer umum pada DPA perubahan tahun anggaran 2022. Salah satunya adalah untuk bahan baku produksi untuk IKM pangan.

Pada Kamis (27/10) di halaman Kantor Bupati, Pemkab Kobar menyerahkan bantuan kepada sebanyak 657 pelaku IKM yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Kotawaringin Lama, Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tengku Ali Syahbana menyampaikan, total anggaran yang dialokasikan untuk bantuan tersebut sebesar Rp.567.415.200, yang akan dibagikan secara langsung kepada pelaku IKM melalui desa dan kelurahan setempat.

“Kondisi masyarakat khususnya di Kabupaten Kobar pasca pandemi Covid-19 berangsur-angsur mulai pulih. Sedianya kita semua siap melanjutkan pembangunan di berbagai sektor dalam upaya menumbuhkan kembali perekonomian,” kata Tengku Ali Syahbana.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop UKM Kobar Alfan Khusnaini menyebutkan, jenis dan jumlah bahan baku produksi bantuan yang diberikan berupa, kedelai sebanyak 4.757 kg, minyak goreng sebanyak 5.358 Liter, tepung terigu sebanyak 10.405 kg, tepung tapioka sebanyak 6.721 kg, gula pasir sebanyak 6.803 kg, beras ketan sebanyak 196 kg dan wajan sebanyak 12 buah. (disperindagkop ukm kobar)



TOP